Jumat, 04 Februari 2011

Penulisan Daftar Pustaka


Penulisan Daftar Pustaka

Yang perlu diperhatikan dalam menyusun daftar pustaka ialah bahwa semua referensi (kepustakaan) dari sumber bacaan (teks) yang telah dimuat di  dalam kutipan (dan catatan kaki) harus dimasukan ke dalam daftar pustaka. Hal ini berarti bahwa dalam menyeleksi kutipan atau catatan kaki haruslah yang betul-betul relevan dengan masalah yang akan dibahas. Dengan demikian, daftar pustaka yang disusun adalah daftar pustaka pilihan karena kutipan atau catatan kakinya merupakan hasil pilihan juga.

 Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun daftar pustaka
1)      Daftar pustaka tidak diberi nomor urut.
2)      Nama penulis diurutkan menurut abjad.
3)      Gelar penulis tidak perlu dicantumkan walaupun dalam buku yang dikutip penulis  mencantumkan gelar.
4)      Daftar pustaka diletakkan pada bagian terakhir dari tulisan.
5)      Tiap-tiap sumber bacaan diketik dengan jarak baris satu spasi.
6)      Jarak tiap-tiap sumber bacaan dua spasi.
7)      Baris pertama diketik dari garis tepi (margin) tanpa indensi dan untuk baris-baris berikutnya digunakan indensi empat  ketukan.

Di samping hal-hal di atas, ada beberapa petunjuk yang perlu diperhatikan dalam mencantumkan atau menuliskan setiap sumber bacaan tadi. Hal-hal dimaksud ialah:

a.      Nama Penulis
Untuk penulis-penulis asing nama keluarga diletakkan paling depan. Hal ini menentukan urutan dalam daftar pustaka. Untuk penulis Indonesia yang menentukan urutan alpabetisnya ialah huruf pertama nama sendiri.
Jika penulis terdiri dari dua atau tiga orang, semua nama dicantumkan. Jika penulis lebih dari tiga orang ditulis singkatan et al (dengan kawan-kawan).
Jika dalam sumber bacaan terdapat beberapa tulisan yang ditulis oleh penulis yang sama maka sumber bacaan itu disusun berurutan nama penulis hanya ditulis pafa karya urutan pertama. Karya urutan kedua dan seterusnya tidak dituliskan nama, diganti dengan garis sepanjang tujuh ketukan. Nama penulis maupun garis, diakhiri dengan titik. Pada dasarnya cara menyingkat nama penulis pada daftar pustaka tidak brbeda dengan cara menyingkat pada catatan kaki. Akan tetapi bila penulisnya lebih dari satu orang, maka untuk penulis pertama cara menyingkatnya agak berbeda, yaitu nama keluarga ditulis terlebih dahulu dengan lengkap diberi tanda koma, kemudian nama sendiri disingkat atau tidak disingkat dan akhirnya jika ada. Untuk jelasnya perhatikan contoh-contoh berikut ini!


Catatan Kaki
      A.S. Hartono, H.M. Majid, dan A.H. Nasution …

Daftar Pustaka
      Hartono, A.S., H.M. Majid, dan A.H. Nasution …

b.      Judul Tulisan
Cara menuliskan judul tulisan pada catatan kaki sama dengan cara menuliskannya pada daftar pustaka. Judul tulisan diketik dengan huruf kapital untuk setiap awal kecuali kata tugas. Judul tulisan diletakkan di antara tanda kutip dan diakhiri dengan tanda koma.
Judul tulisan diketik dengan jarak dua ketukan dari tanda titik di belakang nama penulis.

c.       Nama Buku/Majalah
Dalam daftar pustaka nama buku atau majalah diketik dengan cara yang sama dengan judul tulisan, yaitu dengan huruf kapital untuk setiap awal kata dan diberi garis bawah. Nama nuku diakhiri dengan tanda titik, tetapi untuk nama majalah diakhiri dengan tanda koma.

d.      Data Publikasi
Data publikasi dimulai dengan tempat penerbitan dan diakhiri dengan nama penerbit, dituju dengan koma sela satu ketukan kemudian diikuti tahun penerbitan yang ditulis dengan angka Arab dan diakhiri dengan titik. Jarak data publikasi dengan judul dua sela ketukan.

Cara menyusun daftar pustaka
a.      Buku
Unsur-unsur pokok daftar pustaka yang bersunber dari nuku, yaitu:
(1)   Nama penulis
(2)   Judul
(3)   Data publiaksi
    
      Ketiga unsur pokok itu dituliskan ke dalam bentuk pustaka sebagai berikut:


Nama penulis. Tahun Penerbitan, Judul buku. Tempat penerbitan:
Badan Penerbit.
 
 



1)      Contoh penulis buku 1 orang:
      Soenardji. 1993. Sendi-sendi Linguistika. Semarang: IKIP Semarang Press
2)      Contoh penulis buku lebih dari 1 orang:
       Slametmuljono dan Simanjuntak, B. B. Simorangkir. 1968. Ragam bahasa Indonesia. Djakarta-Groningen: J.B. Wolters.

3)      Contoh penulis buku terdiri dari 3 orang:
Akadiah, Sabarti, Ridwan, Sakura, dan G. Arsyad Maidar. 1986. Menulis I. Jakarta: Universitas Terbuka Depdikbud.
4)      Contoh penulis buku lebih dari 3 orang:
Johnston, C,H., et al. 1914. The modern High School. New York: Charles scriber’s Sons

(a)    Contoh dua buku yang ditulis oleh seorang penulis:
Slametmulyono. 1964. Sematik. Jakarta: Djambatan
Slametmulyono. 1965. Politik Bahasa Nasional, Cet. Ke-2. Jakarta: Djambatan
(b)    Contoh buku yang berjilid: (nomor jilid dicantumkan sesudah titik pada akhir judul buku)
Hadi, Sutrisno. 1985. Metodologi Research. Jilid 3 Yogyakarta: Yayasan Penerbit Fakultas Psikologi UGM.

b.      Penerbitan Pemerintah, Lembaga-lembaga Ilmiah dan Organisasi lainnya
Daftar pustaka untuk penerbitan pemerintah, lembaga-lembaga ilmiah dan organisasi lainnya mempunyai unsur pokok, yaitu:
(1)   Lembaga yang bertanggung jawab atas penulisan dokumen
(2)   Judul tulisan
(3)   Data penerbitan
Contoh:
R.I.MPR. 1993. Hasil-hasil Sidang Umum Tahun 1993. Penerbitan MPR.

c.       Majalah, Buletin
Untuk artikel yang dimuat dalam majalah ataupun bulletin cara menyusun daftar pustaka, seperti berikut:
(1)   Nama penulis/pengarang
(2)   Judul artikel, di antara tanda kutip (“ …. “)
(3)   Nama majalah, digarisbawahi/miring
(4)   Nomor majalah jika ada
(5)   Tanggal dan tahun penerbitan
Contoh:
Hartono, Bambang. “Telaah Perilaku Semantis Konjungsi Dan”  MEDIA FPBS IKIP Semarang Tahun ke VII No. 2 1994
d.      Surat Kabar
Seperti editorial, pajak, dan berita, tulisan nomor halaman yang dicantumkan dalam catatan kaki tidak dicantumkan pada daftar pustaka.
Contoh:
Kompas Jakrta, 25 Juli 1994.
Suara Merdeka Semarang, 30 Juli 1994

e.       Karya yang tidak diterbitkan
Unsur-unsur pokok dari karya yang tidak diterbitkan untuk daftar pustaka ialah:
(1)   Nama penulis
(2)   Judul tulisan
(3)   Untuk apa tulisan itu diragukan
(4)   Lembaga yang menerima tulisan
(5)   Tahun diajukannya karya
Antar unsur pertama dan kedua diberi sela dua ketukan. Antara unsur kedua dan ketiga juga diberi jarak dua ketukan, tetapi antara unsur-unsur selanjutnya diberi jarak satu ketukan sela.
Contoh:
Hartono, Bambang. 1992. “Kemampuan Memahami dan Menerapkan Kaidah Ejaan Siswa SMA Kajen Kelas III Tahun 1991/1992.” Skripsi, FPBS, IKIP Semarang.

f.        Artikel dalam Ensiklopedia
Unsur-unsur pokok dalam ensiklopedia untuk daftar pustaka ialah:
(1)   Nama penulis
(2)   Judul artikel
(3)   Nama ensiklopedia, nomor jilidnya, dan halaman-halaman artikel
(4)   Data penerbitan
Nama penulis dituliskan seperti apa adanya. Di dalam ensiklopedia ada artikel-artikel yang tidak ada penulisnya, ada juga yang hanya mencantumkan nama singkatan. Untuk mengetahui nama lengkap harus dicari dalam “Comulative Book Index”.
Nama penulis (jika ada) diakhiri dengan tanda titik. Dengan jarak dua ketukan sela kemudian nama penulis diikuti dengan judul artikel, yang ditulis di antara tanmda kutip dan diakhiri tanda koma. Seperti artikel dalam majalah, artikel ini digaris bawahi/dimiringkan. Dengan sela satu ketukan judul artikel itu diikuti nama ensiklopedia, nomor jilid, dan nomor halaman disekat dengan tanda koma dan diberi jarak satu ketukan. Terakhir sekali adalah data publikasi (penerbit). Tahun penerbitan diberikan setelah nama penulis.
Contoh:
a).    Dengan nama penulis
Mead, E. 1954. “Land Settlement”, Encyclopedia of the Sosial Science, IX-X pp. 53-64. New York: The Mac Millan Company.
b).    Tanpa nama penulis
“Muntah darah: Pendarahan, “Ensiklopedia Indonesia, F.M, p. 43.
c).    Dengan nama singkat atau inisial
S.,E. 1933. “Language, “Encyclopedia of the Sosial Science”, IX, 155-157. New York: The Mac Millan Company.

































Latihan:  Penulisan Daftar Pustaka/Rujukan

Mila menulis sebuah makalah. Dia mengutip dari berbagai buku berikut. Susunlah buku-buku yang dikutip Mila ini menjadi sebuah daftar pustaka yang benar.

-    M. Ramlan, buku berjudul Paragraf Alur Pikir dan Kepaduannya dalam bahasa Indonesia diterbitkan oleh Penerbit Andi Offset Yogayakarta tahun 1993.
-    Mukhsin Akhmadi, buku berjudul Penyusunan dan Pengembangan Paragraf serta Penciptaan Gaya Bahasa Karangan diterbitkan oleh Penerbit YA3 Malang tahun 1991.
-    Jos Daniel Parera, buku berjudul Belajar Mengemukakan Pendapat diterbitkan oleh Penerbit Erlangga Jakarta tahun 1982.
-    Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan diterbitkan oleh Penerbit Balai Pustaka Jakarta  tahun 1998.
-    Sudjito dan Mansur Hasan, buku berjudul Keterampilan Menulis Paragraf diterbitkanoleh Penerbit CV Remaja Karya Bandung  Tahun 1986.
-    Sabarti Akhadiah, Ridwan Sakura  dan G. Arsyad Maidar berjudul Menulis I. Buku itu diterbitkan oleh  Universitas Terbuka Depdikbud Jakarta.
-    Bambang Hartono, skripsi berjudul Kemampuan Memahami dan Menerapkan Kaidah Ejaan Siswa SMA Kajen Kelas III Tahun 1991/1992, FPBS IKIP Semarang tahun 1992.
-    Bambang Hartono, makalah Kata Kompleks dalam Bahasa Indonesia telaah Deskriptif Unsur-unsurnya dan Proses Pembentukannya. Makalah itu disampaikan pada Seminar Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FPBS IKIP Semarang Bulan September 1994.
-    J. S. Badudu, buku berjudul Pelik-pelik bahasa Indonesia diterbitkan oleh CV Pustaka Prima Bandung tahun 1982.
-    Gorys Keraf, buku berjudul Komposisi diterbitkan oleh Penerbit  Nusa Indah Flores tahun 1982.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar